Obesitas

•November 12, 2008 • 1 Komentar

Obesitas atau tepatnya hiperobesitas adalah kegemukan yang berlebihan. Ukurannya ialah bila seseorang memiliki berat badan lima puluh kilo atau lebih di atas berat badan idealnya. Berat badan seperti itu bukan hanya menjadikan yang bersangkutan tidak menarik secara fisik, tetapi juga membahayakan kesehatannya sebab bias mengakibatkan sejumlah penyakit seperti diabetes, gangguan otot dan persendian, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular lain yang daoat menyebabkan serangan jantung.

Hiperobesitas disebabkan oleh ‘over eating’ atau makan berlebihan. Ada beberapa penyebab yang membuat orang makan berlebihan. Secara biologis, ada orang yang berbakat gemuk, karena memiliki sel lemak dalam jumlah yang banyak. Keadaan ini merangsang orang yang bersangkutan untuk makan lebih banyak pula. Secara psikososial, kegemukan juga bias disebabkan oleh kebiasaan makan dalam keluarga, khususnya pada keluarga-keluarga yang mengutamakan makan pada para anggotanya. Secara sosiokultural, setiap masyarakat memiliki criteria yang berlainan tentang kecantikan dan keindahan tubuh, termasuk menyangkut besar dan berat badan.

Fobia

•November 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Fobia adalah perasaan takut yang bersifat menetap terhadap obyek atau situasi tertentu yang sesungguhnya tidak menimbulkan ancaman nyata bagi yang bersangkutan atau yang bahayanya terlalu dibesar-besarkan. Beberapa contoh fobia yang penting adalah sebagai berikut:
Akofobia, takut berada di ketinggian.
Agorafobia, takut berada di tempat terbuka.
Klaustrofobia, takut berada di tempat tertutup.
Hematofobia, takut melihat darah.
Monophobia, takut berada sendirian di suatu tempat.
Niktofobia, takut pada kegelapan.
Pirofobia, takut melihat api.
Zoofobia, takut pada bintang pada umumnya, atau hanya jenis binatang tertentu.

PAHLAWAN NERAKA

•Oktober 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.
Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

“Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,” kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.”
Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.
Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, “Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.”

“Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.”
Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, “Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang.”

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

Ukhuwah..

•Oktober 28, 2008 • 1 Komentar

Ukhuah itu bukan terletak pada pertemuan,

bukan pada manisnya ucapanbibir.

Tapi terletak pada ingatan seseorang terhadap sodaranya di dalam doanya.

(Al-Ghazali)

Persahabatan

•Oktober 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sahabat adalah dia yang menghampiri kita ketika dunia menjauh,,

bukan menghampiri kalau sedang butuh,,

karena persahabatan itu seperti tangan dan mata..

Saat tanggan terluka maka mata menagis,,

dan saat mata menangis maka tanggan akan menghapusnya..

a big problem

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

If u have a big problem,

don’t say “god..I have a big problem”,

but u must say “hey problem I have a big god”,

n everything will be alright,

god blez u..

Ruang di antara jari mu

•Agustus 9, 2008 • & Komentar

Kamu tau tidak,

kenapa Allah menciptakan ruang di antara jari-jarimu..?

Itu karena,

suatu saat akan ada seseorang yang dikirim untukmu,

ia akan ememnuhi ruang itu dengan memegang tanganmu,

slamanya di dalam hidupmu..

Resapi, syukuri, dan hargai

•Agustus 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Resapi sebuah perkenalan,,

karena disitu ada kenangan..

Syukuri sebuah hubungan,,

karena disitu ada kerinduan..

Hargai sebuah persahabatan,,

karena itu merupakan tali persaudaraan..

Bagai Bintang

•Agustus 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sahabat itu seperti bintang..

Walau jauh ia tetap bercahaya..

Meski kadang menghilang ia tetap ada..

Tak mungkin memiliki tapi tak bisa dilupakan..

Kawan

•Agustus 5, 2008 • & Komentar

Suatu hari Cinta dan Kawan be rjalan di desa,,

tiba-tiba Cinta terjatuh dalam telaga,, kenapa?

Karena cinta itu buta..

Lalu Kawan pun ikut terjun,, kenapa?

Karena Kawan akan melakukan apa pun demi Cinta..

Di dalam telaga Cinta hilang,, kenapa?

Karena Cinta halus,, mudah hilang jika tak dijaga, sulit dicari, apa lagi dalam telaga yang gelap,,

sedangkan Kawan masih mencari-cari dimana Cinta dan terus menunggu,, kenapa?

Karena Kawan itu sejati dan akan kekal sebagai Kawan..

Selagi dia (Kawan) masih ada,,

jangan sia-siakan Kawan-mu..

Friendship4Ever …